Tampilkan postingan dengan label STAIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STAIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2018

Sosialisasikan Kebijakan Pendidikan, STAIA SW Adakan Seminar Nasional Bersama OMBUDSMAN RI

    Desember 15, 2018   No comments
Ahmad Suaedy
       Sekolah Tinggi Agama Islam Al Husain (STAIA) Syubbanul Wathon Magelang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS-MPI) mengadakan Seminar Nasional pada  Sabtu (15/12/2018). Seminar Nasional kali ini mengusung  tema “Good Governance Dalam Kebijakan Pendidikan Di Indonesia” dengan menghadirkan komisioner OMBUDSMAN RI yakni Ahmad Suaedy.

         Selain Ahmad Suaedy, Pemerintah Daerah serta Kemenag Kabupaten Magelang turut hadir untuk memberikan sambutan dan beberapa materi terkait pendidikan ini. Acara tersebut dimulai pukul 10.00 dengan khidmat karena semua peserta sudah berkumpul di Meeting Hall STAIA Syubbanul Wathon Magelang untuk mengikuti acara.

Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika pembukaan acara

         Seminar Nasional ini dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SLTA, mahasiswa STAIA, mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Tengah hingga para tenaga pendidik dari sekolah di daerah Magelang. Bahkan ketika pendaftaran saja, panitia yakni HMPS-MPI sempat keteteran ketika pendataan karena kuota yang dengan cepatnya terpenuhi.

        Acara tersebut sepenuhnya di-handle oleh HMPS-MPI dan difasilitasi oleh STAIA Syubbanul Wathon Magelang. Harapannya, peserta seminar bisa lebih tahu mengenai kebijakan pemerintah tentang pendidikan di Indonesia dan bisa memanfaatkan kebijakan tersebut dengan baik. Seminar ini sekaligus menjadi sosialisasi Kebijakan Pendidikan di Indonesia.

Panitia Seminar ORI (HMPS-MPI)

Reporter : Candra Agustina | Mahasiswa MPI angkatan tahun 2018

Selasa, 11 September 2018

Apa yang Beda Dengan OSPEK 2018?

    September 11, 2018   11 comments
Mahasiswa Baru Staia Syubbanul Wathon Magelang 2018 (putri)
Ada cerita yang berbeda di OSPEK 2018 STAIA Syubbanul Wathon Magelang. Tahun ini, rangkaian kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Tahun 2018 di desain dengan alur yang cukup berbeda. Ada Sentuhan Mindsetting diawal sebelum peserta mendapat materi. Mindsetting di konfigurasi dengan tujuan peserta dapat memahami dengan baik latar belakang dan tujuan OSPEK 2018. 

Setelah peserta memahami latar belakang dan tujuan OSPEK, dengan metode partisipatif peserta diajak untuk mengenali dirinya sendiri. Ini adalah segmen dimana peserta diarahkan untuk approve bahwa dirinya adalah Mahasiswa , bukan yang lain. Semula yang menganggap identitas dirinya bukan mahasiswa diarahkan untuk bisa memahami siapa dirinya (maaf kalau terkesan memaksa) ini adalah bagian dari menganalisa diri. Penting bagi peserta untuk mengenali diri nya sendiri sebelum melangkah lebih jauh dalam Alur kegiatan. 

Hal ini bertujuan agar ada relevansi berpikir tentang siapa dirinya, apa yang sedang dilakukannya, dan bagaimana paradigma sesuai dengan jati diri nya. Setelah mengenali dirinya sendiri, peserta diajak untuk menyelami hal-hal negatif yang pernah dilakukan. Hal ini bagian dari proses untuk menganalisa kondisi real peserta. Prinsip keterbukaan, dan saling percaya memegang peran penting dalam segmen ini. Peserta kemudian diarahkan untuk berkomitmen dan meluruskan niat untuk melakukan perbaikan yang positif dan disesuaikan dengan profil mahasiswa ideal (kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis). Setelah meluruskan niat, peserta dibimbing untuk berikrar yang isi nya adalah kesungguhan untuk mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. 

4 Instruktur dan Ketua Panitia (Tengah)
Semua tahapan diatas dilakukan oleh 4 Instruktur yang masing-masing memiliki peran berbeda. Dengan pembagian peran sebagai berikut : 

Koordinator, yang bertugas mengkondisikan kelas, membuka session, menjabarkan nama OSPEK secara Bahasa dan istilah, Latar belakang OSPEK, dan Tujuan OSPEK. 

Orientator, mengarahkan peserta untuk menganalisa diri dan menemukan jati diri. 

Motivator, menganalisa kondisi real sifat negatif peserta dan mengubahnya menjadi sifat positif yang disesuaikan dengan profil mahasiswa ideal. 

Petugas Ikrar, membimbing peserta untuk berikrar dengan kesungguhan akan mengikuti kegiatan dengan sebaik mungkin dari awal hingga akhir. 

Semua proses diatas kurang lebih dilaksanakan selama 1 jam lebih 10 menit. 

Sesuatu yang berbeda berikutnya di OSPEK tahun 2018 adalah ada nya malam inagurasi. Sebuah acara yang bertujuan untuk mengenalkan kehidupan kampus dan segala komponen yang ada di dalam nya. Terlebih untuk tahun ini di fokuskan pada keakraban mahasiswa baru. Sebuah proses yang dilakukan dengan konsep satu cahaya lilin yang dikelilingi oleh dua mahasisa yang masing-masing di pasangkan secara acak. Rangkaian malam inagurasi ini kami sebut dengan nama MAKOSBAR, yang berarti “Malam Kosong Bareng” . 

MAKOSBAR
MAKOSBAR memiiki arti untuk mengosongkan atau mengeluarkan segala rasa yang terpendam (curhat), MAKOSBAR juga bertujuan untuk mengarahkan peserta agar meninggalkan sifat-sifat yang tidak baik sewaktu di SMA sederajat dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan. Dua Peserta yang berhadap-hadapan saling berpegang tangan dan di tengah nya ada sebuah lilin yang menerangi dua peserta tersebut. lilin di tengah kegelapan peserta adalah penjelmaan dari harapan, dimaksudkan bahwa akan selalu ada harapan di tengah kesulitan, kepahitan, dan kesusahaan. Never lost hope! 

Peserta diajak untuk bisa menerima teman yang ada didepannya, yang menjadi pasangannya tersebut. Agar dapat menaruh rasa Saling percaya dan terbuka yang merupakan kunci pertemanan yang baik. Setelah itu peserta diarahkan untuk saling berbagi kisah secara bergantian hal ini dimaksudkan agar semakin tumbuh rasa saling percaya dan terbuka. Hal tersebut juga bertujuan untuk memotivasi peserta melalui sharing story dan mengambil hikmah dari cerita yang disampaikan. 

Setelah proses ini selesai peserta, dipersilakan untuk menyampaikan apa pelajaran berharga yang dapat di petik dari mendegarkan kisah yang disampaikan oleh pasangannya di depan semua mahasiswa. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu bersama-sama. 

Author : Saryadi | Presiden BEM STAIA SW Magelang 2017 - 2018

Jumat, 01 Juni 2018

Tepat di Hari Pancasila, HMPS-MPI Resmi Terbentuk

    Juni 01, 2018   No comments



Tanggal 1 Juni merupakan hari Pancasila, cara merayakannyapun pasti berbeda - beda. Pada hari Pancasila tahun ini, ada yang istimewa di kampus STAIA Syubbanul Wathon Magelang karena pada hari ini (1/6), acara Musyawarah Besar (MUBES) dalam rangkaian acara pembentukan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS-MPI) berlangsung.

Acara ini dimulai pukul 08.00 dan dibuka dengan sambutan - sambutan dari dosen STAIA serta Kepala Prodi MPI yakni Bapak Saebani. Ada hal menarik sekaligus menegangkan ketika Kepala Prodi menyampaikan sambutannya karena terjadi gempa bumi yang tidak terlalu besar. Untungnya, acara tetap terkondisikan dengan baik.

Musyawarah Besar ini membahas tentang beberapa poin, diantaranya adalah pengesahan Aturan Dasar dan Aturan rumah Tangga (AD & ART), serta pemilihan ketua pertama HMPS-MPI.


Sidang Tata Tertib dan AD/ART HMPS-MPI
Pada Sidang Tata Tertib inilah makin banyak mahasiswa yang hadir baik dari prodi MPI maupun delegasi prodi lain. Ketika sidang berlangsung, sempat terjadi ketegangan antara presiden BEM dengan Mahasiswa MPI karena perbedaan pendapat dalam menyepakati aturan yang ada dalam AD. Namun ketegangan tersebut reda setelah ditemukannya "jalan tengah".

Setelah sidang selesai, acara dilanjut dengan musyawarah pemilihan ketua HMPS-MPI yang pertama. Sayangnya, musyawarah tersebut tidak mencapai mufakat sehingga dilanjutkan dengan lobby yang juga tidak menemukan kata sepakat. Akhirnya metode voting dipilih dalam pelaksanaan pemilihan ketua HMPS-MPI STAIA Syubbanul Wathon.

Dari proses voting tersebut, akhirnya terpilih satu nama yang akhirnya mnejadi ketua pertama HMPS-MPI STAIA Syubbanul Wathon, yaitu Ica Annajmussaqib yang berasal dari semester 3 kelas reguler.

Ica Annajmussaqib (Ketua HMPS-MPI 2018-2019)

Dengan terpilihnya ketua serta disepakatinya peraturan - peraturan tadi, maka HMPS-MPI resmi terbentuk dan siap ikut serta dalam memajukan STAIA Syubbanul Wathon, khususnya prodi MPI. Semoga kedepannya, HMPS-MPI bisa istiqomah berperan dalam kemajuan kampus kita tercinta.

Reporter : Muhammad Adnan | Mahasiswa MPI Semester 7

Minggu, 10 Desember 2017

Peduli Bencana Jogja, STAPALA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana

    Desember 10, 2017   No comments

Bencana banjir yang melanda daerah Gunungkidul membuat duka tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Gunungkidul adalah wilayah yang cukup sulit untuk mendapatkan air.

Tingginya curah hujan serta Siklus Cempaka menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Gunungkidul. Tempat berkumpulnya air seperti sungai dan waduk yang tidak lagi menampung air hingga akhirnya air tersebut meluap dan mengalir ke pemukiman warga. Banyaknya sampah dan batu di sungai juga menjadi salah satu penyebab bencana ini.

STAPALA Syubbanul Wathon

Mendengar kabar tersebut, Mahasiswa Pecinta Alam STAIA Syubbanul Wathon atau STAPALA tidak tinggal diam. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana di sebuah perempatan yang berada di depan kampus STAIA Syubbanul Wathon. Tempat tersebut dipilih karena terdapat lampu lalu lintas sehingga memudahkan mahasiswa untuk menggalang dana kepada setiap warga yang berkendara. Kegiatan ini juga telah mendapatkan izin dari Polsek Kecamatan Tempuran.

Selain di perempatan Meteseh, beberapa Mahasiswa juga bertolak ke Borobudur untuk menggalang dana. Ada juga Mahasiswa yang berkeliling ke warung dan pabrik di wilayah Kecamatan Tempuran untuk meminta donasi. Warga sekitar juga mengapresiasi dengan memotret Mahasiswa ketika menggalang dana serta memberi donasi tentunya.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama 2 hari mulai dari tanggal 2 - 3 Desember 2017. Ketika uang yang terkumpul telah mencapai target akan dibelanjakan Sembako yang nantinya dikirimkan ke lokasi bencana.

Berita ini sudah pernah terbit di Kartika News dengan judul Peduli Bencana Jogja, STAPALA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana.
© 2018 STAIA CORNER. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.