Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2018

Membakar Buku Adalah Sebuah Kejahatan

    September 22, 2018   No comments
google.co.id
Apa yang sebenarnya ada dibenak pemimpin dimasa ORBA,mereka bukan saja merampas nyawa para orang-orang yang jauh dari kata salah,namun rakyat kesulitan sperti halnya mencari jarum di tumpukan jerami untuk mencari dimana letak keberadaan keadilan pada masa itu.ketidak adilan itu setiap hari menghantui negeri ini,korbannya pun mereka pukul rata dari beberap rakyat,tokoh agama,aktivis ditahan tanpa diadili,kejahatan yang lain ada juga dimasa itu seperti Pembakaran buku dilakukan dimana-mana,betapa terkekangnya khususnya aktivis dan umumnya rakyat pada masa itu karena perampasan hak asasi ,lebih parahnya lagi ketika rakyat tidak boleh mengutarakan aspirasinya dengan lepas terhadap pemerintah,apakah seperti ini yang disebut kepemerintahan? 

Apakah kita akan membiarkan hal itu terulang lagi? beteapa bodohnya tindakan itu,bangsa yang besar namun membiarkan pelenyapan sumber pengetahuan,coba kita renungkan sejenak bahwa manusia itu terlahir dalam keadaan bodoh,dan buta ilmu pengetahuan maka dari itu diperlukan sebuah proses belajar,mengenali sebuah lingkungan,belajar merangka,dan kemudian berjalan itu semua serangkaian dalam mendapatkan sebuah pengetahuan. 

kemudian saat kita memasuki umur 2-3 tahun,kita diajari oleh orang tua kita,membaca berhitung dan lain sebagainya.Setelah memasuki Sekolah Dasar berlahan sudah mulai berlatih belajar mandiri,dan yang dibutuhkan adalah sumber pengetahuan itu sendiri,baik melaui diskusi dengan teman,menyerap sebuah informasi dari sebuah media,dan yang paling penting adalah kita membutuhkan sebuah buku bacaan. 

Namun masih ada saja orang-orang yang melakukan kebodohan dengan membakar buku dari zaman ke zaman,bahkan pada abad yang sudah modern seperti sekarang ini masih saja ada dan mereka tidak tanggung-tanggung dalam melakukan tindakan bodohnya itu,seperti beberapa peristiwa kejahatan pembakaran buku yang terjadi dinegara lain. 

Lebanon 4 januari 2014
Perpustakaan saeh,tripoli
hampir seluruh 80 ribu buku dibakar karena ditemukan selebaran yang menghina Islam.

Arsip nasional Bosnia dan Herzegovina,Sarajevo,
Bosnia dan Herzegovina, 7 Februari 2014

Tersangka teroris,Salem Hatibovic & Nihad Trnka, menghanguskan hampir seluruh dokumen perpustakaan tersebut.

Perpustakaan-perpustakaan Mosul,Irak,
2014 - sekarang

Militan ISIS membakar ratusan dokumen langka dan 8.000 buku di perpustakaan Mosul.

Dengan adanya peristiwa pembakaran sumber pengetahuan semacam itu apakah kita akan membiarkan begitu saja.Bukankah buku adalah sumber pengetahuan bagi manusia?
mari tanamkan dikeluarga kita tercinta budaya membaca dan menjaga isi buku dan katakan BACALAH bukan BAKARLAH!(meminjam istilahnya alm.Pram)


Sosial-Budaya

Oleh : Sofian Sauri | Sekretaris HMPS-MPI

Rabu, 18 Juli 2018

Saudariku, Kenapa Engkau Memanggilku Akhi?

    Juli 18, 2018   No comments
http://coretanqibills.blogspot.com
Aku memiliki banyak teman, teman laki - laki banyak apalagi teman perempuan. Aku juga memiliki beberapa teman yang sedang melakukan hijrah agar menjadi lebih baik. Mayoritas temanku yang melakukan hijrah itu adalah kaum hawa.

Teman - teman perempuanku yang hijrah itu biasanya akan menggunakan busana ya sangat tertutup seperti cadar contohnya. Memang cadar menjadi hal yang cukup tabu di negri ini karena cadar sendiri memang bukan berasal dari Indonesia. Tapi bagiku, itu tak masalah karena mempunyai tujuan yang baik.

Selain busana tertutup, mereka juga akan mulai menutup diri dari dunia luar, terutama dari laki - laki yang bukan muhrimnya. Gaya berbicara mereka sedikit demi sedikit juga berubah. Kata - kata seperti Ukhti, Akhi, Afwan dan lainnya akan hadir ketika berbincang - bincang dengan teman - temanku ini.

Aku juga sering berbincang - bincang dengan temanku yang sedang berhijrah ini. Dia adalah seorang pelajar yang tinggal di daerah Ibukota. Dia selalu memanggilku dengan sebutan "Akhi".

Entah kenapa aku suka merasa tidak nyaman ketika dipanggil dengan sebutan itu. Maklum saja, disini aku sering dipanggil langsung dengan namaku atau ditambah beberapa sebutan seperti Mas, Kak, bahkan Pak. Apakah aku ini terlihat sangat tua sampai dipanggil pak? padahal masih ganteng dan gagah.

Sebutan "Akhi" dan "Ukhti" sebenarnya adalah budaya di Arab sana. Kebetulan Islam itu lahir di Arab sehingga agama kita ini identik dengan Arab. Tapi coba kita fikirkan, kita adalah orang Indonesia yang memiliki budaya sangat berbeda dengan Arab. Kenapa kita tidak melestarikan budaya milik kita saja?

Author : Ica Annajmussaqib | Ketua HMPS-MPI 2018-2019
© 2018 STAIA CORNER. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.